Pembelajaran Metode Demonstrasi: Teknik Dahsyat Pemahaman Siswa

Posted on 18 Maret 2013

3


Pembelajaran Metode Demonstrasi: Teknik Dahsyat Pemahaman Siswa

metode demonstrasi

Beragam pembelajaran disajikan guru dalam orchesta pertunjukan di dalam kelas. Sensasi harmonis seakan mengantarkan sebuah metode pembelajaran yang disajikan guru. Metode pembelajaran pada prinsipnya menjadi kunci untuk mengembangkan kinerja seorang siswa terutama sekolah dan juga dalam situasi-situasi antar pribadi. Dalam suatu pembelajaran terdapat banyak metode-metode yang bisa diterapkan oleh seorang pendidik untuk meningkatkan kinerja siswa dan juga mutu pendidik itu sendiri, selain itu baik untuk sekolahan tersebut.

Sementara itu, metode pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi sebenarnya sudah lama dan sudah banyak digunakan disekolah-sekolah, tetapi ada sebagian para pendidik yang belum menggunakan bahkan mengetahui metode tersebut. Apa dan bagaimana metode demonstasi itu? Bahwa metode ini suatu metode yang mengajak siswa lebih aktif mengamati, dan lebih memahami suatu pelajaran, dan juga pelajaran akan lebih menarik, dijamin peserta didik akan lebih antusias dalam mengikuti pelajaran tersebut. Dengan proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan menjadikan informasi yang masuk ke pikiran bawah sadar dapat memudahkan siswa memahaminya. Karena dalam kondisi siswa yang aktif dan rasa ingin tahu, menjadikan pembelajaran lebih menarik dan mudah dimengerti.

Sebagian besar peserta didik akan mengalami kejenuhan apabila metode yang digunakan oleh seorang pendidik hanya itu-itu saja. Suatu misal metode yang digunakan adalah ceramah, metode ini akan membuat siswa lebih banyak pasif, yang akan menghambat pemahaman siswa tentang suatu pelajaran. Karena keaktifan (aktif disini dalam arti aktif mengikuti aturan) seorang peserta didik sangat berpengaruh terhadap daya serap dan pola pikir yang kritis.

Yang dimaksud dengan Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada sisswa. Untuk memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat dilakukan oleh guru atau siswa itu sendiri. Metode Demonstrasi cukup baik apabila digunakan dalam penyampaian bahan pelajaran IPA, misalnya: Membuat suatu karya/ model untuk menunjukkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas/ baling-baling/ pesawat kertas/ parasut.

Metode Demonstrasi sangatlah berpengaruh terhadap daya serap, dan minat siswa dalam belajar. Dikarenakan metode ini mempunyai banyak kelebihan atau kebaikan-kebaikan dalam pembelajaran, diantaranya adalah membuat pelajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkrit dan menghindari verbalisme, memudahkan peserta didik memahami bahan pelajaran, proses pengajaran akan lebih menarik, merangsang peserta didik untuk lebih aktif  mengamati dan dapat mencobanya sendiri. Disamping kebaikan-kebaikan yang ada dalam metode demonstrasi, metode ini juga mempunyai kelemahan-kelemahan/ kekurangan-kekurangan, diantaranya; memerlukan ketrampilan guru secara khusus, memerlukan waktu yang panjang, memerlukan kematangan dalam perancangan atau persiapan, keterbatasan dalam sumber belajar, alat pelajaran, situasi yang hatrus dikondisikan dan waktu untuk mendemonstrasikan.

Keunggulan Metode Demonstrasi Menurut Elizar ( 1996 : 45 ), keunggulan dari metode demonstrasi adalah kemungkinan siswa mendapat kesalahan lebih kecil, sebab siswa mendapatkan langsung dari hasil pengamatan kemudian siswa memperoleh pengalaman langsung, siswa dapat memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang dianggap penting, bila melihat hal-hal yang membuat keraguan, siswa dapat bertanya langsung pada guru. Sedangkan menurut M. Basyiruddin Usman ( 2002 : 46 ) menyatakan bahwa keunggulan dari metode demonstrasi adalah perhatian siswa akan dapat terpusat sepenuhnya pada pokok bahasan yang akan didemonstrasikan, memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk ingatan yang kuat dan keterampilan dalam berbuat, menghindarkan kesalahan siswa dalam mengambil suatu kesimpulan, karena siswa mengamati secara langsung jalannya demonstrasi yang dilakukan. Adapun menurut Syaiful Bahri Djamarah ( 2000 : 56 ) menyatakan bahwa keunggulan metode demonstrasi adalah membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu kegiatan pembelajaran, memudahkan berbagai jenis penjelasan, kesalahan- kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret dengan menghadirkan objek sebenarnya. Dari ketiga pendapat di atas dapat penulis ambil kesimpulan bahwa keunggulan metode demonstrasi adalah siswa dapat memusatkan perhatiannya pada pokok bahasan yang akan didemonstrasikan, siswa memperoleh pengalaman yang dapat membentuk ingatan yang kuat, siswa terhindar dari kesalahan dalam mengambil suatu kesimpulan, pertanyaan-pertanyaan yang timbul dapat dijawab sendiri oleh siswa pada saat dilaksanakannya demonstrasi, apabila terjadi keraguan siswa dapat menanyakan secara langsung kepada guru, kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki karena siswa langsung diberikan contoh konkretnya. (http://desyandri.wordpress.com)

Penggunaan metode demonstrasi selalu diikuti dengan metode eksperimen. Demonstrasi bisa dilakukan baik guru maupun peserta didik yang dianggap mampu melakukan demonstrasi. Demonstrasi tanpa diikuti eksperimen tidak mencapai hasil yang efektif. Dalam melakukan demonstrasi seorang demonstran menjelaskan apa yang akan didemonstrasikan, sehingga semua siswa dapat mengikuti jalannya demonstrasi dengan baik.

Metode eksperimen adalah metode yang siswanya mencoba mempraktekkan suatu proses tersebut, setelah melihat/mengamati apa yang telah didemonstrasikan oleh seorang demonstran. Dalam pelaksanaannya metode demonstrasi dan eksperimen dapat digabungkan. Artinya setelah dilakukan demonstrasi kemudian diikuti dengan metode eksperimren dan penjelasan secara lisan.

Tujuan dan kegunaan metode demonstrasi, antara lain: (http ://ruhilfida.wordpress.com/2012/01/04/hello-world/

  1. Untuk memudahkan penjelasan sebab penggunaan bahasa lebih terbatas
  2. Untuk membantu anak dalam memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian
  3. Untuk menghindari verbalisme
  4. Cocok digunakan apabila akan memberikan keterampilan tertentu.
  5. Adapun aspek yang penting dalam menggunakan Metode Demonstrasi adalah:
  • Demonstrasi akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak bisa di amati dengan seksama oleh siswa. Misalnya alatnya terlalu kecil atau penjelasannya tidak jelas.
  • Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak di ikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga.
  • Tidak semua hal dapat di Demonstrasikan di kelas karna sebab alat-alat yang terlalu besar atau yang berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas.
  • Hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis
  •  Sebagai pendahuluan, berilah pengertian dan landasan teori dari apa yang akan di demonstrasikan.
  • Dan adapun sebaiknya dalam Mendemonstrasikan pelajaran tersebut guru harus terlebih dulu Mendemonstrasikan dengan sebaik-baiknya, baru di ikuti oleh murid-muridnya yang sesuai dengan petunjuk.
  • Adapun dalam metode demonstran ini memiliki kelebihan dan ada juga kekurangannya sebagaimana yang akan di paparkan di bawah ini.

Disini penulis akan memberikan langkah-langkah untuk memulai pembelajaran dengan metode demosntrasi: Mengambil dari materi Membuat suatu karya / model untuk menunjukkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas / baling-baling / pesawat kertas / parasut.

  1. Guru memberikan penjelasan tentang materi prinsip kerja parasut.
  2. Guru meminta siswa membuat kelompok untuk mengerjakan tugas.
  3. Bersama kelompoknya, siswa mendemonstrasikan membuat parasut (menanamkan nilai berpikir kreatif dan sistematis).
  4. Guru meminta siswa kembali masuk kelas.
  5. Bersama dengan kelompoknya siswa berdiskusi mengerjakan LK 1 (menanamkan nilai berlatih berkomunikasi verbal, berpikir kreatif dan sistematis).
  6. Perwakilan dari kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi LK 1.
  7. Siswa mengerjakan evaluasi.

Untuk mengetahui hasil dari metode ini, tidak ada salahnya kita untuk mencobanya. Bedakan hasil siswa sebelum menggunakan metode dan sesudah menggunakan metode. (gunakan pra siklus, kemudian siklus 1) pra siklus: belum menggunakan metode, siklus 1: sudah menggunakan metode. Sekarang memulainya!

Posted in: Artikel, Pendidikan