BERBAGAI ALTERNATIF DI BIDANG USAHA (AGRIBISNIS) “PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN”

Posted on 22 Februari 2010

0


BERBAGAI ALTERNATIF DI BIDANG USAHA (AGRIBISNIS)

“PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN”

Makalah Ini Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada

Mata Kuliah “Kewirausahaan”

Disusun Oleh:

Moh Farid Amrulloh

NIM. 242062044

Dosen pengampu :

M. FUADI, M.Ag

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(STAIN) PONOROGO

2009


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2007 jumlah penduduk miskin tercatat 37,2 juta jiwa. Sekitar 63,4% dari jumlah tersebut berada di perdesaan dengan mata pencaharian utama di sektor pertanian dan 80% berada pada skala usaha mikro yang memiliki luas lahan lebih kecil dari 0,3 hektar. Kemiskinan di perdesaan merupakan masalah pokok nasional yang penanggulangannya tidak dapat ditunda dan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial. Oleh karena itu pembangunan ekonomi nasional berbasis pertanian dan pedesaan secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada pengurangan penduduk miskin.

Agribisnis memang bisa dijadikan sebagai alternatif usaha saat ini. Meskipun terjadi krisis, usaha yang berhubungan dengan pangan akan tetap dibutuhkan. bagusnya lagi belum banyak orang yang nyemplung ke bisnis ini. Banyak alasan yang menyebabkan orang enggan terjun ke bidang agribisnis, karena terkesan kotor, untungnya kecil dan besar resiko. Padahal jika dipelajari lebih jauh, permintaan produk agribisnis teramat besar, kontinu sehingga prospeknya cukup menjanjikan.

Permasalahan mendasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada sumber permodalan, pasar dan teknologi, serta organisasi tani yang masih lemah. Untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan tersebut Pemerintah menetapkan Program Jangka Menengah (2005-2009) yang fokus pada pembangunan pertanian perdesaan. Salah satunya ditempuh melalui pendekatan mengembangkan usaha agrbisnis dan memperkuat kelembagaan pertanian di perdesaan.

Dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja diperdesaan, Bapak Presiden RI pada tanggal 30 April 2007 di Palu, Sulawesi Tengah telah mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-M). Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) yang dilaksanakan oleh Departemen Pertanian pada tahun 2008 dilakukan secara terintegrasi dengan program PNPM-M.

Untuk pelaksanaan PUAP di Departemen Pertanian, Menteri Pertanian membentuk Tim Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan melalui Keputusan Menteri Pertanian (KEPMENTAN) Nomor 545/Kpts/OT.160/9/2007. PUAP merupakan bentuk fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani anggota, baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani.

Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) merupakan kelembagaan tani pelaksana PUAP untuk penyaluran bantuan modal usaha bagi anggota. Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pelaksanaan PUAP, GAPOKTAN didampingi oleh tenaga Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani. GAPOKTAN PUAP diharapkan dapat menjadi kelembagaan ekonomi yang dimiliki dan dikelola petani.
Untuk mencapai tujuan PUAP, yaitu mengurangi tingkat kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja diperdesaan, PUAP dilaksanakan secara terintegrasi dengan kegiatan Departemen Pertanian maupun Kementerian/ Lembaga lain dibawah payung program PNPM Mandiri.

  1. Rumusan Masalah.
  1. Tujuan, Sasaran dan Indikator Keberhasilan PUAP.
  2. Pola Dasar Dan Strategi Pelaksanaan PUAP

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Tujuan, Sasaran Dan Indikator Keberhasilan
  1. 1. Tujuan

PUAP bertujuan untuk:

  1. Mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui penumbuhan dan pengembangan kegiatan usaha agribisnis di perdesaan sesuai dengan potensi wilayah;
  2. Meningkatkan kemampuan pelaku usaha agribisnis, Pengurus Gapoktan, Penyuluh dan Penyelia Mitra Tani;
  3. Memberdayakan kelembagaan petani dan ekonomi perdesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis.
  4. Meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses ke permodalan.
  5. 2. Sasara­n

Sasaran PUAP yaitu sebagai berikut:

  1. Berkembangnya usaha agribisnis di 10.000 desa miskin/ tertinggal sesuai dengan potensi pertanian desa;
  2. Berkembangnya 10.000 GAPOKTAN/POKTAN yang dimiliki dan dikelola oleh petani;
  3. Meningkatnya kesejahteraan rumah tangga tani miskin, petani/peternak (pemilik dan atau penggarap) skala kecil, buruh tani; dan
  4. Berkembangnya usaha pelaku agribisnis yang mempunyai usaha harian, mingguan, maupun musiman.
  5. 3. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan output antara lain:

  1. Tersalurkannya BLM – PUAP kepada petani, buruh tani dan rumah tangga tani miskin dalam melakukan usaha produktif pertanian; dan
  2. Terlaksananya fasilitasi penguatan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia pengelola GAPOKTAN, Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani.

Indikator keberhasilan outcome antara lain:

  1. Meningkatnya kemampuan GAPOKTAN dalam memfasilitasi dan mengelola bantuan modal usaha untuk petani angota baik pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani;
  2. Meningkatnya jumlah petani, buruh tani dan rumah tangga tani yang mendapatkan bantuan modal usaha;
  3. Meningkatnya aktivitas kegiatan agribisnis (budidaya dan hilir) di perdesaan; dan
  4. d. Meningkatnya pendapatan petani (pemilik dan atau penggarap), buruh tani dan rumah tangga tani dalam berusaha tani sesuai dengan potensi daerah;
  5. 1. Pola Dasar
  1. Pola Dasar dan Strategi Pelaksanaan PUAP

Pola dasar PUAP dirancang untuk meningkatkan keberhasilan penyaluran dana BLM PUAP kepada GAPOKTAN dalam mengembangkan usaha produktif petani skala kecil, buruh tani dan rumah tangga tani miskin. Komponen utama dari pola dasar pengembangan PUAP adalah 1) keberadaan GAPOKTAN; 2) keberadaan Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani ; 3) Pelatihan bagi petani, pengurus Gapoktan,dll; dan 4) penyaluran BLM kepada petani (pemilik dan atau penggarap), buruh tani dan rumah tangga tani.

  1. 2. Strategi Dasar

Strategi dasar Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) adalah:

  1. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan PUAP;
  2. Optimalisasi potensi agribisnis di desa miskin dan tertinggal;
  3. Penguatan modal petani kecil, buruh tani dan rumah tangga tani miskin kepada sumber permodalan; dan
  4. Pendampingan bagi GAPOKTAN
  5. 3. Strategi Operasional

Strategi Operasional Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) adalah:

  1. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan PUAP dilaksanakan melalui:
  2. Optimalisasi potensi agribisnis di desa miskin dan tertinggal dilaksanakan melalui:
  3. Penguatan modal bagi petani kecil, buruh tani dan rumah tangga tani miskin kepada sumber permodalan dilaksanakan melalui:
  4. Pandampingan GAPOKTAN dilaksanakan melalui:
  5. 4. Ruang Lingkup Kegiatan
    1. Pelatihan bagi petugas pembina dan pendamping PUAP;
    2. Rekrutmen dan pelatihan bagi PMT;
    3. Pelatihan bagi pengurus GAPOKTAN; dan
    4. Pendampingan bagi petani oleh penyuluh pendamping.
    1. Identifikasi potensi desa;
    2. Penentuan usaha agribisnis (budidaya dan hilir) unggulan; dan
    3. Penyusunan dan pelaksanaan RUB berdasarkan usaha agribisnis unggulan.
    1. Penyaluran BLM-PUAP kepada pelaku agribisnis melalui GAPOKTAN;
    2. Fasilitasi pengembangan kemitraan dengan sumber permodalan lainnya.
    1. Penempatan dan penugasan Penyuluh Pendamping di setiap GAPOKTAN; dan
    2. Penempatan dan penugasan PMT di setiap kabupaten/kota.

Ruang lingkup kegi­­atan PUAP meliputi:

  1. Identifikasi ­­­­dan penetapan Desa PUAP;
  2. Identifikasi dan penetapan GAPOKTAN penerima BLM-PUAP;
  3. Pelatihan bagi fasilitator, penyuluh pendamping, pengurus GAPOKTAN;
  4. Rekrutmen dan pelatihan bagi PMT;
  5. Sosialisasi Kegiatan PUAP;
  6. Pendampingan;
  7. Penyaluran Bantuan Langsung Masyarakat;
  8. Pembinaan dan Pengendalian; dan
  9. Evaluasi dan pelaporan.

BAB III P E N U T UP

I. Kesimpulan

Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan langkah terobosan Departemen Pertanian untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran. PUAP merupakan entry point dan perekat bagi seluruh program Departemen Pertanian dan sektor lain yang terkait dalam program PNPM-Mandiri.

Dalam rangka mempercepat keberhasilan PUAP diperlukan berbagai upaya dan strategi pelaksanaan yang terpadu melalui: (1) Pengembangan kegiatan ekonomi rakyat yang diprioritaskan pada penduduk miskin perdesaan melalui peningkatan kualitas SDM; (2) Penguatan modal bagi petani, buruhtani dan rumahtangga tani; dan (3) Penguasaan teknologi produksi, pemasaran hasil dan pengelolaan nilai tambah.

Keberhasilan PUAP sangat ditentukan oleh kerjasama dan komitmen seluruh pemangku kepentingan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan sampai dengan dukungan anggaran dari tingkat pusat sampai daerah.

Daftar Pustaka

http://buletinpeluangusaha.blogspot.com/2009/03/kiat-bagi-pemula-usaha-di-bidang.html

http://database.deptan.go.id/PUAP/tampil.php?page=pedum

About these ads
Posted in: Dunia Syari'ah